SAKINAH, MAWADAH, WA RAHMAH

Dalam setiap pernikahan umat Islam, sakinah, mawadah, wa rahmah, sering terucap dari setiap orang yang mendengar, mendatangi, atau bertemu seseorang yang akan atau tengah menikah. Kata-kata ini lantas menjadi sesuatu yang kerap menghiasi komunikasi antara yang akan/tengah menikah dengan orang lain.

Sakinah, diartikan ketenangan. jika dirunut ke asal kata, sakinah berasal dari kata sakana, artinya tinggal atau menetap. Sebagian besar mengelaborasikan kata ini mejadi ketenangan. Jika mencoba memahami hubungan ketiganya, maka kita akan dapati bahwa sakinah ini bisa ditempatkan di dua tempat. Pertama, dalam susunan umum yang sering orang ucapkan, yaitu sakinah-mawadah-warahmah; kedua, bisa disusun menjadi sakinah-mawadah-rahmah-sakinah.

Sebelum memahami keduanya, mari kita runut kembali satu persatu.
Sebagaimana telah disebutkan, bahwa sakinah secara mendasar artinya adalah tinggal/menetap. Dalam arti yang dielaborasi sakinah itu adalah ketenangan. Artinya, untuk mendapatkan ketenangan seseorang harus menetap. Maksudnya, menetapkan hatinya untuk memilih membangun kehidupan bersama seseorang dalam satu ikatan pernikahan. Secara mendasar, ketenangan akan muncul, hidup, dan berkembangan jika pikiran manusia itu tidak bercabang, artinya ia focus dalam menghadapi sesuatu. Sakinah ini merupakan suatu kumpulan proses yang membawa manusia pada tujuan sakinah itu sendiri.

Sakinah dalam arti pertama, yaitu menetap, akan dicapai jika seseorang memiliki keberanian untuk menentukan kenyakinan, dan keberanian untuk mengambil keputusan. Jika dielaborasikan ketingkat yang lebih umum, sakinah adalah syarat awal kesuksesan dalam kehidupan. Sedangkan sakinah dalam arti berikutnya, yaitu ketenangan, merupakan sebuah hasil dari kemampuan untuk bertahan, mengelola, dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah keberanian mengambil sikap dilakukan.

Nah, sekarang bagaimana dengan mawadah dan rohmah? Apa peran mereka? Mawadah dan rahmah adalah proses yang menjembatani. Mawadah dan rahmah adalah alat yang digunakan untuk mencapai sakinah. Keduanya berperan dalam mewujudkan, menjaga, mengembangkan, dan mencapai sakinah.
Mawadah. Secara singkat, diartikan sebagai cinta. Secara istilah mawadah diartikan sebagai kecenderungan dalam hati manusia pada seseorang yang menyenangkan, melezatkan, atau menguntungkan. Maka dalam tahap ini manusia melakukan sesuatu itu dalam batasan kemampuannya, tidak mau terlalu berjuang, selalu menghitung sesuatu, mengukur timbal balik, berpamrih. Dalam level ini, menurut para ahli disebut sebagai earthly love.
Rahmah, senada dengan mawadah, hanya saja levelnya lebih tinggi. keterikatan yang menjadi ciri khas dalam mawadah tidak menjadi dominan. dalam hal duniawi, pamrih, mengukur timbal balik, semua itu musnah karena kesadaran diri bahwa kesejatian cinta adalah cinta Tuhan. Kecintaan yang kita berikan adalah kecintaan yang kita berikan untuk Tuhan melalui orang lain, karena karunia Tuhan akan muncul tidak selalu melalui diri kita sendiri, melainkan ada peran orang lain.

About johnazka

Menjadi manusia yang bisa mengerti hati dan memahami pikiran

Posted on December 12, 2012, in Mengenal diri and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: