Memakna kepahlawanan

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena  keberanian  dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Begitulah KBBI mendefinisikan.

Jika menilik pengertian tersebut kepahlawanan tidak terikat dalam satu hal tetapi kepahlwanan terikat pada satu tema yaitu kebenaran. Kepahlawanan tidak muncul dari diri yang kerdil, diri yang mencari jalan pintas, diri yang mementingkan diri, atau diri yang  merasa besar.  Kepahlawanan adalah sebuah hasil dari keberanian untuk bertindak benar dan mengorbankan yang dimiliki untuk kebenaran.

Sayangnya, saat ini, ketika kemerdekaan dari imperialisme belanda dan jepang sudah diraih, manusia Indonesia tetap saja membiarkan dirinya dijajah. Imperialisme kontemporer muncul diberbagai segi dan lini kehidupan di Indonesia. Orang terjajah teknologi, orang terjajah ekonomi, orang terjajah orang lain, dan orang terjajah dengan dirinya sendiri, bahkan orang terjajah oleh rasa malu berbuat benar pun ada di  sekitar kita saat ini.

Kebenaran kini seakan menjadi barang langka, kejujuran menjadi sesuatu yang sangat istimewa. Kadang, orang terheran karena kejujuran. Terheran karena bertindak benar. Dan, tidak sedikit orang merasa aneh ketika ada manusia jujur dan bertindak benar. Akankah pahlawan itu muncul dari realitas seperti ini? Jawabannya tentu saja bisa.

Pahlawan tidak selalu muncul dari kondisi yang baik, ia bisa muncul dari kondisi apapun dan di mana pun. Kemunculannya adalah sebuah jawaban dari kesadaran manusia akan kondisi yang nyata dan terjadi disekitarnya. Berbuat benar tidak menunutut untuk sama dengan keumuman. Berbuat benar pun tidak terikat pada kebenaran itu sendiri. Ikatan-ikatan yang terjadi adalah sebuah pondasi yang dibangun, diproses, dan dilakukan berdasarkan kebenaran agama.

Kebenaran agama, yang saya pilih menjadi tolak ukur, tentu saja debatable. Tetapi, keyakinan memilih agama menjadi standar adalah sebuah kebebasan yang saya pilih untuk bertindak benar. Orang lain, tentu saja, memiliki point of view lain. Dan, itu sah-sah saja.

Saat ini menjadi pahlawan bukanlah seseorang yang membawa senjata laras panjang, bambu runcing, atau ketapel/panah untuk mengusir penjajah, tetapi pahlawan adalah mereka yang berani bertindak benar dan mengorbankan diri untuk kebenaran.

Menjadi pahlawan adalah kesadaran untuk berbuat benar, bukan untuk mendapatkan pujian, sanjungan, atau bintang jasa yang diberikan pemerintah. Jadilah mereka yang berbuat benar, jadilah mereka yang jujur, dan jadilah mereka yang berani memberikan dirinya untuk menegakan kebenaran. Jadilah diri yang dikenang karena kepahlwanan berbuat benar, bukan diri yang menjadi pahlawan semu, yang hanya mementingkan tepuk tangan orang, sanjungan, dan tanda-tanda duniawi.

About johnazka

Menjadi manusia yang bisa mengerti hati dan memahami pikiran

Posted on November 12, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: