TERNYATA MEREKA MENGINGATKU

SYUKUR. Adalah ucapan yang harus menjadi lantutan harian dalam hidupku. Ia adalah bukti terima kasihku atas yang telah diterima hingga saat ini. Sungguh besar karunia yang telah Allah SWT berikan kepadaku, yang jarang sekali aku ingat.
Ketidak ingatan ini bukan karena kerusakan memori atau pun fungsi lain yang ada pada otak. Ketidak ingatan ini lebih karena aku merasa terbiasa dengan karunia-karunia Allah SWT di setiap hari yang kualami dari mulai aku menyadari keberadaan Tuhan hingga saat ini.


Kadang, karena sesuatu berlaku setiap hari, hal itu menjadi biasa. Kebermaknaan pun menjadi kabur. Makna itu menjadi sesuatu yang biasa. Padahal, pemaknaan adalah yang dicari manusia. Pemaknaan diciptakan oleh manusia agar tetap hidup. Salah satu hal yang menjaga kehidupan manusia adalah pemaknaannya terhadap semua yang terjadi dalam hidupnya.

Aku lupa akan hal itu. Seringkali pemaknaan yang kulakukan karena hal-hal yang bersifat materil. Ketika aku mendapatkan harta, ketika aku mendapatkan kedudukan, atau disaat aku dibahagiakan manusia yang lain, aku mulai memaknai lagi. Padahal setiap detik adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepadaku selaku umatnya.

Ya Allah aku bermohon kepadamu dari diri yang senantiasa melupakan keberadaanmu, ampunilah diri ini yang hanya mendekatimu ketika merasakan “kebutuhan” dunia, dan berharap engkau mewujudkan semua itu.
Ya Allah aku berlindung kepadamu, dari kata-kata yang tak bermanfaat, hidup yang tidak bermakna, ibadah yang tak mencerahkan, dan doa yang tidak didengar.
* * * * *

Kemarin, aku bertemu dengan mantan siswi yang pernah aku wali kelasi sewaktu menjadi siswi di sekolah tempat aku bekerja. Mereka, memang, memiliki kedekatan denganku. Disaat mereka lulus akupun kehilangan kontak dengan mereka.

Tiba-tiba beberapa hari sebelum Idul Adha Tahun ini aku dihubungi oleh mereka dan untuk bertemu disebuah warung. Mereka mentraktirku. Mereka pun bercerita tentang kehidupan yang mereka alami sekarang, kisah-kisah lucu, cerita teman yang lain, dan tantangan yang mereka hadapi saat ini. Di akhir pertemuan mereka memberikan sebuah hadiah kecil.

Saat semua itu terjadi, aku rasakan sebuah kebahagian yang besar dalam diri karena ternyata aku yang selalu diacuhkan oleh sebagian besar siswa-siswi yang pernah belajar kepadaku—aku diingat oleh mereka.
Mungkin ini yang dirasakan Tuhan.,…?

Secara manusiawi setiap pengingatan akan memberikan efek kebahagiaan. Ketika manusia tahu bahwa dirinya diingat oleh orang lain, manusia itu akan bahagia. Ada satu sisi dalam diri manusia yang tengah didepan, yaitu ingin diperhatikan. Secara fitrah, manusia memiliki potensi perhatian yaitu kepedulian yang dimiliki seorang manusia yang bisa ia berikan kepada orang lain, hal ini bersifat kebalikan. Artinya yang diberikan manusia bisa diharapkan manusia yang lain.

Ketika manusia memberikan perhatian terhadap yang lain, htentu ada manusia yang lain yang ingin diperhatikan. Ketika manusia membenci ada harapan lain agar manusia tidak dibenci. Atau, hal-hal lainnya.
Prinsip dasar penciptaan yang ada di alam raya adalah berpasangan-berkebalikan. Berpasangan bukan berarti kebersamaan sesuatu yang sama, tetapi lebih pada sesuatu yang beda. Sebagai contoh, kewajiban menikah yang Allah SWT turunkan kepada manusia adalah agar mereka menikahi manusia yang berbeda secara jenisnya. Hal itu pun harus disadari bahwa semua itu berlaku bukan hanya pada perbedaan jenis, tetapi juga perbedaan sikap dan sikap. Pernikahan itu bukan untuk menyatukan sesuatu yang sama tetapi menjembatani dua hal yang berbeda untuk dijalani bersama dan ditanggung jawabi bersama.

Hal ini berlaku dengan hal-hal lain dikehidupan yang kita alami sehari-hari.
Kehidupan sehari-hari yang kita alami tidak jauh dari perbedaan-perbedaan. Perbedaan pendapat, perbedaan keinginan, perbedaan sikap dan watak, dan berbagai perbedaan lainnya. Semua itu adalah ujian tentang kemampuan kehidupan kita.

Hidup bukan hanya mencari kesamaan tetapi hidup pun mencari perbedaan. Perbedaan yang dicari adalah perbedaan yang bersifat dan memberikan dampak individu, bukan yang bersifat umum atau memberikan efek general. Hal itu dikarena sesuatu yang umum sudah digariskan melalui penetapan aturan yang baku dalam kitab-kitab agama. Kita pun tahu, beberapa hal yang bersifat individu itu pun ditetapkan dalam kitab-kitab agama. Hanya saja, seringkali kita lebih berfokus pada kesamaan disbanding menghargai perbedaan yang ada, untuk dibawa kepada kesepahaman yang nyata.

About johnazka

Menjadi manusia yang bisa mengerti hati dan memahami pikiran

Posted on October 31, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: